Tiga tahun sudah gelar sarjana ini saya sandang. Satu-satunya orang pertama dalam keluarga besar kami yang bergelar sarjana adalah saya. Terlahir dari keluarga sederhana dan berpenghasilan rendah, mengharuskan saya dan keluarga untuk berjuang lebih mendapatkan selembar ijazah kuliah.

Drama ijazah ini melewati serangkaian cerita panjang. Terkendala biaya yang terlampau mahal, mengharuskan ayah pergi merantau hingga ke Malaysia. Mengutang dengan bunga yang mencekik pun pernah kami lakukan, musabab batas regis uang kuliah yang tidak mengenal toleransi.

Benar kata mama, hidup adalah perjuangan. Walau terkadang pahit dan menyakitkan, toh tetap harus dijalani. Tekad saya bulat. Sesulit apapun tantangannya, ijazah harus saya kantongi. Bila tidak, bakal susah bagi saya kalau melamar kerja nantinya.

Selepas wisuda (2019), saya mencoba peruntungan. Melayangkan lamaran ke sana sini. Sayangnya, ibarat cinta yang bertepuk sebelah tangan, tak terbalaskan hingga sekarang. Kenyataan ini  menyadarkan saya kalau terlahir sebagai anak kampung yang minim koneksi dengan “orang dalam”  bakalan susah mendapatkan pekerjaan di negeri ini.

Hari berlalu, musim berganti. Kendati belum mendapatkan pekerjaan tetap, saya mencoba melamar menjadi jurnalis di salah satu perusahaan media. Setelah melewati sekian tahapan seleksi yang melelahkan, saya akhirnya dinyatakan diterima dengan status sebagai jurnalis magang.

Enam bulan lamanya melakoni profesi sebagai jurnalis (magang) dan diupah Rp 500.000 perbulan. Berat memang, tapi mau bagaimana lagi. Jalani saja dulu. Saya percaya, jutaan pengalaman baru, ilmu baru dan kenalan baru bakal saya dapatkan di lapangan.

Memasuki bulan kedua masa magang, saya mulai berpikir untuk mencari kerja sampingan. Tapi pertanyaannya, mau kerja apa? Di mana? Bagaimana? Sederet pertanyaan ini mengantar saya pada satu kesadaran bahwa di era digital sekarang, ada banyak peluang mendapatkan uang dari internet.

Secara kebetulan, di suatu malam saya asyik mencari barang jualan online di marketplace. Dari sekian banyak barang yang dijual itu, tidak ada satupun yang menjual waring. Menurut hasil analisa sementara saya, para petani membutuhkan waring untuk keperluan pagar kebun sayur atau yang lainnya. Waring sendiri merupakan anyaman yang terbuat dari plastik nilon, biasanya digunakan sebagai pagar perkebunan untuk menghalangi hewan pemangsa tanaman.

Ide itu berbuah manis. Bermodalkan facebook, saya lalu memasarkan waring di marketplace. Dari satu roll (100 meter) waring, saya meraup untuk Rp 200.000. Sayangnya, permintaan waring fluktuatif sifatnya karena tidak semua petani membutuhkan itu. Saya hanya berhasil menjual 5 roll selama dua bulan dan setelah itu berhenti.

Beberapa bulan setelahnya, saya ditawari untuk menjadi reseller obat herbal. Perusahaan penjual obat ini berafiliasi dengan lembaga pelatihan digital marketing. Merasa tertarik dengan tawaran tersebut, saya akhirnya mendaftar menjadi member dan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 450.000. Namanya juga bisnis, pasti butuh modal.

Sebulan berjalan, modal tak kunjung kembali. Postingan di facebook dan story WhatsApp tidak cukup mampu menjaring pembeli. Biaya beriklan di Facebook Ads terlampau mahal untuk saya. Kendati demikian, saya cukup berbangga karena bisa lebih paham soal dunia digital marketing dan seperangkat aturan dan strateginya.

Hari-hari ini, saya masih menekuni profesi saya sebagai jurnalis. Penghasilan yang masih dibawah standar kebutuhan mengharuskan saya untuk terus berjuang mencari uang tambahan dari internet. Kali ini bukan lagi jualan waring dan obat herbal. Saya beralih menjadi affiliate marketing beberapa perusahan penyedia jasa layanan hosting website, seperti Niagahoster, Gapura Hoster, dan ID Cloudhost.

Cukup dengan mandaftar menjadi affiliator pada perusahaan tersebut, saya diberi akses untuk memasarkan produk/jasa layanan pembelian hosting web. Jika saya berhasil menjualnya maka saya akan mendaatkan komisi sekian persen, tergantung kebijakan dari masing-masing perusahaan.

Di Niagahoster misalnya, komisi yang didapatkan dari hasil penjualan adalah sebesar 70 %. Beberapa waktu lalu saya berhasil menjual satu paket layanan hosting, dan saya diberi komisi sebesar Rp 425.000 oleh Niagahoster. Kerjanya gampang dan bisa dilakukaan dari mana saja.

Selagi masih memiliki paket Internet dan Jaringan Prima kita bisa mendapatkan lebih dari itu. Di era digital sekarang, mendapatkan uang tambahan dari internet bukanlah perkara yang sulit lagi.

Tanpa perlu orang dalam dan sogok sana sini, kita bisa bekerja dari rumah sambil rebahan. Yang kita butuhkan hanyalah paket internet yang murah, bukan? Sudah bukan waktunya lagi mengeluh sulit mendapat pekerjaan. Peluang di era digital terbuka luas untuk kita semua, tanpa perlu “orang dalam” segala. Pastikan kita punya Paket Internet Murah  dan Jaringan Prima biar lebih leluasa mengakses peluang. Saatnya kita bergerak menjemput hari depan yang lebih baik.

Owh iya, buat teman-teman yang mau membidik cuan dari internet bisa pakai cara ini. Dengan provider internet terbaik dan koneksi ultra cepat dari MyRepublic kita bisa mendapatkan cuan tanpa perlu koneksi orang dalam.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Myrepublic Blog Competition 2022 dan berhasil keluar sebagai juara II

Bagikan:

Baldussae

Ghost writer. Blogger. Jurnalis Lepas Anak kampung yang ingin ingin hidup abadi di kolong langit. Lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur. Nioromu.com ini merupakan kebun virtual yang digarap setiap hari untuk menyambung hidup di tanah rantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Selalu ada cara untuk cari cuan melalui media online ya kak, aku juga lagi usaha jadi reseller online, walau belum ada yang beli, tetap semangat aja bikin videonya..hehhe

    • Benar kak, dunia digital memberi peluang besar untuk semua. Tergantung kita mau atau tidak menangkapnya. Btw, semangat ya buat usaha resellernya. semoga rezekinya lancar jaya

    • Keren mas bro. Semoga salenya meningkat terus tiap bulan. Memang dunia online sekarang, tidak ada yang mustahil jika kita mau berjuang, keluar dari zona nyaman. Intinya mau berjuang dan pantang menyerah

  • Kisah yang sangat inspiratif dan memperlihatkan tekad serta semangat juang yang luar biasa, mampu mengatasi segala rintangan dan tantangan yang ada. Dedikasi dan usaha kerasnya patut diacungi jempol. Yuk, kita bidik cuan dari dunia digital!

  • Seiring modernnya zaman, memang perlu beradaptasi sih. Karena peluang peluang baru di dunia digital semakin lebar terbuka. Mulai dari menjadi seller di berbagai media sosial, affiliate, kemudian juga membuka jasa. Tentu juga harus ditopang dengan kualitas internet yang memadai seperti MyRepublic.

    • iyaaa benar. kita perlu beradaptasi dengan perkembangan dunia digital. sederhananya, kita harus berani keluar dari zona nyaman, mau belajar dan menghasilkan sesuatu dari dunia digital

  • Ada banyak banget yang bisa dilakukan di dunia digital buat dapat cuan ya kak.. Semoga makin banyak dapat cuannya ya kita di dunia digital ini.. Semangaaat… 😀 Btw, aku di rumah juga pakai MyRepublic hehe 😀

  • Meraup cuan dari internet sebetulnya dapat kita lakukan ya Kak tanpa perlu orang dalam.. Dan memang semuanya butuh usaha maksimal dari kita agar hasilnya juga baik.. Semangatt Kak

    • sepakat kak. di dunia digital itu tidak butuh orang dalam. butuhnya orang yang mau belajar, mau keluar dari zona nyaman dan konsisten berjuang hingga menghasilkan cuan, yeeeaah

  • Setuju banget. Selain dampak negatif, internet ternyata punya banyak sisi positif juga, termasuk soal menghasilkan cuan ini.
    Siapa pun, di mana pun, dan usia berapa pun bisa tetap produktif hanya dengan memanfaatkan internet.

    • Yin Yan kak. segala yang ada di sunia ini ada sisi terang dan gelapnya. internet juga demikian. sekarang tergantung dari kita mau pakai sisi yang mana. Salam hormat

  • kuliah aja udah jadi perjuangan berat, melamar pekerjaan adalah perjuangan baru yang sama beratnya. apalagi persaingan dunia kerja ketat ya. tapi dengan kuliah kita punya ilmu dan mindset untuk cari celah “bertahan hidup” dengan cari uang lewat jalur lain, ikutan affilate misalnya.

  • Di era digital seperti sekarang profesi afiliator memang mulai banyak bermunculan. Dan jangan salah kalo ditekuni dengan fokus dan sungguh2 bisa menghasilkan. Saya juga sedikit-sedikit mulai belajar tentnag afiliate marketing

  • Dengan tekad dan semangat yang kuat, masyaallahu Kaka mampu meruntuhkan keyakinan tentang kekuatan orang dalam tidak selamanya betul, meskipun memang terbukti banyak yg bekerja melalui jalur ini, tapi usaha yang dilinearkan dengan doa juga tak kalah kekuatannya dengan orang dalam, tentunya juga dibantu oleh jaringan internet myrepublik ya kak. Sukses terus.

  • Salut dengan perjuangannya Kak. Terus semangat menjemput impian ya. Memang hidup terkadang butuh perjuangan, tapi kata banyak orang, asalkan tekun dan kreatif, apa yang dimimpikan kelak akan terjadi juga. Apalagk di era digital seperti sekarang, semua bisa dikerjakan dan bisa dipelajari dengan mudah.

  • Emang kita tuh harus pintar-pintar manfaatin dunia digital biar dapat feedback alias cuan ya. Hehehe.
    Btw, saya gagal fokus di bagian akhir artikel, Kak. Tulisan ini yang diikutkan di kompetisi blog MyRepublic dan dipilih sebagai Juara 2? Tidak salah? Bukan tulisan yang satu lagi ya?

    • iyaaa benar kak, tulisan ini saya ikutsertakan di lomba blog tahun 2022. kalau artikel satunya, itu yang terbaru. saya ikutsertakan dalam lomba blog juga, kemarin dapat juara 1 untuk kategori jurnalis kak.

  • Iya betul, peluang cuan di era digital masih terbuka luas. Tinggal kita yang harus aktif belajar dan menjemput. Menarik sekali jadi affiliate marketing. Selamat juga sudah juara II lomba blog..

  • sekarang eranya digital, nyari kerja nggak perlu lagi kirim surat lamaran bahkan ada pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote.
    Asalkan pinter membaca peluang dan mau mencoba hal baru dan terus berusaha, menurutku nantinya akan berbuah

    • sepakat bang. kalaupun ada surat lamaran, kirimnya via email dan lamarnya pun lewat aplikasi skg. gak perlu repot-repot antar ke kantor. toh lagian itu banyak yang dibuang ke tempat sampah, kan

  • wah kak mau dong info lebih lanjut tentang jadi affiliator jasa penyedia hosting ini. Sekarang kan serba internet nih, lumayan juga buat tambahan kayaknya

  • Sekarang memang jamannya cari duit di internet.. kerumunan berganti ke dunia maya, dan ecommerce adalah pasar terbesar saat ini. saran saya, bergelutlah di ecommerce, bikin toko online di shopee dan tokopedia, ikuti program affiliate kedua ecommere itu. Berjualanlah juga di tiktok dan instagram.. maksimalkan semua potensi online. apalagi punya blog kaya gini, bisa jadi sarana tebar link Affiliate shopee dan tokopedia. komisinya lumayan, dan kadang gak terduga.. dari pengalaman saya ikut affiliate shopee, sangat cepat orang yang mengklik link yang kita tebar berbelanja di shopee, walau barang yang dia beli bukan barang yang kita rekomendasikan, asalkan dalam beberapa hari sebelumnya dia klik link kita, kita kebagian komisi. Trust me, uang sekarang berputar di ecommerce sangatlah besar! mengapa kita tidak berpikir untuk mendapatkan 0,00sekian% dari transaksi miliran itu, hanya dengan menarik orang unjuk mengunjungi situs ecommerce-nya. Status WhatsApp, reel dan story instagram kita juga bisa jadi sarana yg efektif buat dapat cuan dari ecommerce..

  • skrg dunia digital terutama internet emang banjir bgt dg peluang mendapat cuan dan relasi bisnis.. namun harus tetap hati2 dan bermain fair play aja, krna sumbernya harus jelas dan tidak merugikan orang lain aja

  • Aku dulu pernah kerja di toko online orang, tapi kayanya passionku bukan di sana. Jadi ya gitu aja sih, ckckck. Ke depannya gak tahu ya, karena kan sekarang banyak hal di dunia digital. Jadi manfaatin peluang aja

  • Klo tahu caranya, nyari cuan dari dunia digital emg bikin nagih ya kak. Soalnya bisa dilakukan dimana aja dan kapan saja. Bhkn penghasilannya jg berpotensi bs lbh besar dr karyawan kantoran.

  • Sekarang passive income bisa datang lewat digital marketing. Asal koneksi lancar, ada ide, siap deh menjemput cuan. MyRepublik emang nggak diragukan untuk koneksinya makanya di kantor betah lembur-lembur karyawannya. 😁😁

    • hehehee, benaran kak. pasive income bisa dari mana saja. dunia digital saat ini bisa dijangkau oleh semua orang hanya tidak semua yang mau manfaatin buat dapat uang. lebih banyak sekedar hiburan saja

  • Untuk cerita di atas, di bagian awal cerita, saya setuju banget perihal susahnya mendapatkan pekerjaan tanpa koneksi orang dalam, karena saya jg pernah mengalami hal yang sama, namun banyak cara banyak jalan ya asalkan mau berusaha mah ya, semangat terus ya

    • Ternyata kita senasib bang. sama-sama tidak punya koneksi orang dalam saat cari kerja.
      hehehe, semangat bang, dinia ini keras. ayo terus berjuang cari cuan di internet

    • iyaa benar bang, kalau pemula dan tidak mau konsisten pasti lama. tapi kalau niat mau dapat hasil cepat, tentu harus berjuang lebih. insyaalah, pasti dapat hasil yang baik