Di puncak gunung Kelimutu, kita bakal menjumpai arwah leluhur. Masing-masing mendiami danaunya tersendiri. Ada arwah orang muda, setan, dan orangtua menjelma danau yang estetik beraneka warna.

Selamat datang di Ende, Nusa Tenggara Timur, tempat tersembunyi di mana keajaiban alam menanti untuk diungkap. Ende tak sekedar menyimpan fakta sejarah lahirnya Pancasila. Lebih dari itu, Ende adalah rahim yang melahirkan keajaiban alam, indah tak terkata.

Salah satu permata tersembunyi di kota Pancasila ini adalah danau Kelimutu. Terletak di puncak gunung berapi dengan ketinggian 1.639 mdpl, terdapat tiga danau ajaib berwarna-warni di puncaknya. Di danau inilah, arwah para leluhur bersemayam.

Yuk, ikuti keseruan perjalanan bersama saya menuju puncak Kelimutu. Perjalanan saya dimulai dengan penerbangan menuju Bandara H. Hasan Aroebusman, Ende. Sebetulnya ada juga alternatif lain, menggunakan kapal laut.

Setiba di Ende, saya melanjutkan perjalanan menuju Desa Pemo di Kecamatan Kelimutu yang berjarak 60 km dari kota Ende. Desa ini merupakan pintu gerbang menuju Gunung Kelimutu. Sengaja saya memilih jalur ini karena saya ingin mendaki menuju puncak gunung.

Ada juga jalur lain, dimana kendaraan bisa tembus sampai di puncak gunung. Tapi kurang seru kalau harus berkendara ke gunung, bukan? Sensasinya jelas berbeda dengan pendakian konvensional.

Di Pemo, saya menginap semalam di rumah kerabat. Menghabiskan malam dengan menggali cerita mengenai danau Kelimutu. Saya mendengar langsung penuturan warga setempat tentang sisi mistik danau tiga warna ini.

Keesokan paginya, saya memulai perjalanan trekking menuju puncak Gunung Kelimutu. Rute trekkingnya menawarkan pemandangan alam yang luar biasa, mulai dari hutan hijau lebat hingga medan berbatu yang menantang.

Pendakian menuju puncak kelimutu kurang lebih satu jam lamanya. Untuk mengejar sunrise, saya berangkat sebelum matahari terbit. Ya, menurut warga setempat, itu merupakan waktu terbaik untuk dapat menikmati sunrise di puncak Kelimutu.

Pagi itu, saya akhirnya sampai di puncak Gunung Kelimutu. Pemandangan yang mengagumkan menanti di depan mata. Tiga danau indah dengan warna yang menakjubkan menyambut kedatanganku. Luar biasa, panorama pagi yang sungguh limited edition.

Seperti biasa, sebelum selebrasi dan foto-foto di puncak gunung, saya duduk sejenak di puncak, melantunkan doa dan syukur pada Tuhan untuk karya tangan-Nya yang ajaib ini. saya bersyukur karena berkesempatan menikmatinya, di sini. Di Puncak Gunung Kelimutu.

Tentang Gunung ini, selain pesona danau tiga warnanya yang memikat mata, Kelimutu menyimpan kesan mistik. Di puncak gunung Kelimutu, warga setempat meyakini bahwa semua arwah orang meninggal, berdiam di sini. Setiap warna danau memiliki makna mistis dan kekuatan alam yang besar.

Danau berwarna biru, atau “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai,” diyakini sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau merah, “Tiwu Ata Polo,” dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang selama hidupnya melakukan kejahatan. Danau “Tiwu Ata Mbupu,” dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Saya juga belajar bahwa penduduk setempat percaya bahwa saat danau berubah warna, mereka harus memberikan sesajen untuk menghormati arwah orang-orang yang telah meninggal.

Persembahan ini mencakup berbagai jenis makanan dan bunga-bungaan yang disusun dengan indah di sekitar danau. Praktik ini menunjukkan rasa penghormatan dan kepedulian mereka terhadap alam dan leluhur mereka.

Perjalanan saya ke Gunung Kelimutu juga memberikan kesempatan untuk menyaksikan flora dan fauna yang langka dan eksotis. Di sepanjang perjalanan trekking, saya menyaksikan beragam tumbuhan endemik dan spesies burung yang indah dan langka.

Menghabiskan waktu di alam ini memberi saya rasa kedekatan dengan alam dan menyadari pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Tidak hanya keindahan alam yang mengagumkan, tetapi juga kehangatan penduduk setempat yang membuat perjalanan saya semakin berarti.

Mereka dengan sukacita menceritakan cerita-cerita lama tentang Gunung Kelimutu dan berbagi pengetahuan mereka tentang kearifan lokal. Berbaur dengan masyarakat lokal memberi saya perspektif yang lebih dalam tentang keunikan tempat ini.

Perjalanan saya ke Gunung Kelimutu di Pulau Flores telah meninggalkan jejak tak terlupakan dalam diri saya. Keajaiban alam tiga danau berwarna-warni di puncak gunung, mitos dan makna mistis di baliknya, dan kebersamaan dengan penduduk setempat telah menginspirasi saya secara mendalam.

Jika Anda mencari petualangan yang penuh keajaiban dan makna, tidak ada tempat yang lebih baik daripada Gunung Kelimutu. Ayo rencanakan perjalanan Anda sekarang dan temukan pesona alam dan kekayaan budaya di Pulau Flores!

Bagikan:

Baldussae

Ghost writer. Blogger. Jurnalis Lepas Anak kampung yang ingin ingin hidup abadi di kolong langit. Lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur. Nioromu.com ini merupakan kebun virtual yang digarap setiap hari untuk menyambung hidup di tanah rantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *